About Me
- ready ingin bikin blog
- buitenzorg, jawa barat, Indonesia
- adalah seseorang yang tidak bisa menggunakan Blog
Tuesday, 24 August 2010
Monday, 18 January 2010
empty room Video by remi hanes - MySpace Video
empty room
remi hanes | MySpace Music Videosempty room Video by remi hanes - MySpace Video
Sunday, 17 January 2010
Saturday, 9 January 2010
me & thy poems
me &and thy poems
Sunday, 28 January 2007 at 22:15
[Musik Dalam Kotak Kecil]2006
jiwaku di dalam sebuah kotak;
Terpaku di sudut ruang;
Sendiri aku memberi arti;
Kepada musik di dalam kotak kecil;
Tanyakanlah, aku tak pernah mengerti…;
dan sesuatu tak bisa kupahami;
Mengapa aku tak kunjung mengerti…;
Kepada sesuatu yang tak bisa kupahami?;
Dirimu menggenggam keindahan;
Kesunyian yang terpecahkan;
Sebaris nada dan kau bernyanyi;
Untuk musik di dalam kotak kecil;
Dengarlah ia berdenting;
Disinilah aku diam bersamanya;
[Vintage Life]8-11-06
Berangkat dari masa lalu;
Ke masa depan yang kita tuju;
Berjalan dan menyulam hari;
Menunggu hingga saatnya menepi;
aku berhenti… lalu bernyanyi…;
Sebuah lagu tentang sunyi;
Menengadah ke atas;
Tapi tak menantang langit;
Melihat ke bawah;
Kucoba menghargai bumi;
Daun yang terpetik takkan terbuang sia-sia;
Mimpi, juga air mata yang telah jatuh;
Karena kehidupan akan terus berputar;
[sahabatku]10-11-06
Demi malam yang terlalui tanpa dendam,aku menoreh guratan resah sepanjang jalan ini;
demi dirimu yg menaburkan kelembutan, merayap seraya merengkuh jiwaku dari dalam bilik sepi;
karenamu, kubedakan antara lagu dan puisi, menolongku bersama hilir mudiknya waktu;
aku berhutang sebanyak satu rupiah untuk membeli sebuah kisah;
darimu, kepadamu sahabat;
[mimpi buruk di malam hari]11-11-06
Mimpiku mengangkat sebuah kubus besar diatas bahuku;
Mimpiku terhisap kedalam lubang hitam yang amat sangat pekat;
Mimpiku bertemu dirimu saat kaupun ingin kembali padaku;
Kini diriku sedang berbaring dan tak mampu beranjak bersama mimpi-mimpiku;
[secarik kertas]11-11-06
Berikan padaku secarik kertas, maka akan kutuliskan berlembar-lembar cerita tentang hidupku;
benar, cukuplah hanya secarik kertas;
karena selebihnya akan kutuangkan bersama secangkir teh hangat yang kusajikan untukmu;
bila kau berkenan mendengarkan kisah demi kisah dari mulutku;
Dan jika kau bersedia menangis bersamaku;
[hutan]12-11-06
Kumasuki hutan belantara ini…berbekal sepotong roti dan sebilah pisau ditanganku;
sayup-sayup terdengar racauan burung hantu yang kesepian;
di depanku, hanyalah pepohonan dan jalan yang tercipta dari celah tetumbuhan;
sejauh mata memandang hanyalah pohon, guguran daun kering, semak-semak basah, dan duri-duri diantara belukar;
Ah…sungguh benar-benar membosankan!;
ini semua pernah kubaca dalam buku dongeng milik seorang teman;
lebih baik sekarang aku pulang dan menemui ibuku dirumah;
[dunia mungkin]15-11-06
Yang kurasakan tak lebih dari sehelai dengus nafas anjing liar dipermukaan kulit;
Yang kudapatkan tak begitu nyata seperti impian sang penggali tanah liat;
dan…
Bila ini lelucon, biarkan aku tertawa;
Bila ini dendam, biarkan aku menggeram;
Bila ini sapaan, biarkan aku membalas dengan sisa-sisa tenagaku yang terkuras;
Dinding ini mungkin tak begitu keras;
Dunia ini mungkin tak begitu luas;
Damai ini mungkin hanyalah mimpi;
Karena esok aku harus kembali terbangun tanpa bisa melakukan se-su-a-tu;
[hari malam]15-11-06
Seandainya hari adalah malam;
jika siang tak pernah ada;
Jiwa ini akan selalu memberi yg terbaik untukku, untukmu;
dan untuk ketakutan yg tak pernah berarti;
[Pengap]22-11-06
Diriku adalah seseorang yang terkurung dlm meriahnya pesta ini;
tersekap dijeruji khayalan dari segala apa yang tak kuinginkan;
aku terjepit diantara lipatan waktu yang sempit, di tempat yang paling tersendiri diujung sudut mata mereka;
mereka yang terlarut dihingarnya ilusi, dan terpana di balik dinding penderitaan tanpa sadar;
[insomnia]24-11-06
Dari malam yang terpanjang bersauhkan pagi yang menghantui;
bilakah waktu akan berhenti untuk sejenak dan menunggu;
demi mata yang pedih dan jiwaku terperih;
demi hari yang terlalui dan tanpa mimpi;
aku sedang bercengkrama dengan malaikat bisu;
saat angin dingin surga mendekapku…menterlantarkan sendiriku;
[Hujan Rapshody]1-12-06
larik puisi indah di pagi yang sepi;
menawarkan perasaannya bagi sebuah hati;
elok pelangi milik sang penggubah sedih;
iringi derap sang peri untuk tetap menari;
aku juga enggan bermain bersama hujan;
bukan semata karena ia berasal dari segumpal awan;
tapi dewa hanya mengutusku untuk menjadi batu…di pagi yang beku;
[Bebanku terangkat]3-12-06
Katakan, cinta itu tak ada;
katakan, disini aku tak memerlukannya;
Katakan, api itulah perasaanku;
Dan kau, begitu mengagumkan;
Diriku bertekuk lutut;
Sampai dimanakah kita tadi?
Di otakku bersarang ribuan hewan;
Dan batinku menjerang racun mematikan;
Tidak, Katakan cinta itu tak ada;
Katakan kepada dia yang berduka;
[Tak Berairmata]9-12-06
Kubertanya kepada seseorang yang kutemui di jalan;
mengapa wajahnya ceria dan penuh lipatan;
Tlah kubuang semua tangis, dan kugadaikan seluruh air mataku;
kepada siapa..?;
tentu kepada hujan yang kerap turun dan kadangkala menjadi badai jiwa;
mengapa hujan turun begitu lebatnya?;
karena semua orang membutuhkan kehidupan dengan gadaian air mata mereka;
haus akan ketidakingintahuankah;
mengapa mereka lakukan itu?;
ia tak mampu menjawab;
tapi aku hanyalah seorang pembunuh tak berairmata yang sedang bertanya;
[Giring]23-12-06
Hidupku melalui jalan setapak;
Diawali tanpa bisa memilih;
Bahwa suara itu berkata..inilah milikmu;
Aku berbicara tanpa seorangpun dijangkauanku;
Hati ini begitu suci untuk membeberkan tanya yang silih berganti;
Mengapa hening, gembira,dan kesedihan berubah menjemukan;
Mungkin karmaku tak harus mengeluh;
Tapi inikah yang benar tersauh?;
Menghibahkanku sebuah misteri;
Kita harus berjuang ditengah ketetapan takdir;
Mengapa?
[Sentuhan]25-12-06
Sampaikan salamku sambil berbisik kepada sehelai daun itu;
Sampaikanlah kepada seorang bidadari yang sudi menyentuh uluran tanganku saat diriku berjalan melintas di halaman taman sebuah surga;
Bidadari yang tak sempat kuperhatikan wajahnya,tapi kehangatannya begitu kuresapi;
Maka,biarkan aku menangis sesaat menerima tulusnya;
hingga kepergiannya menabur sejuta kerinduan disejumput waktuku;
Semoga senandungku dapat mengikat cinta yang terhembus keluar dari celahan dedaunanmu;
[Nuansa jingga]26-12-06
Nuansa jingga terbias di sudut ruang hatiku;
Namun kupilih bernaung dipelukan sisi gelapnya;
Sarat hitam warna yang memenuhi benakku,hasrat,dan hitam itu legam bersinar keperak-perakan;
Dari sini aku bisa bermimpi tentang kekasihku,dengan tenang dan tanpa cercaan;
Apa yang kudapat dari dunia kemarin?paradok yang telah memiriskan cinta,meluntakan tubuh lemah pemujanya,mengubur kedamaian bersama kerak abunya;dan menghembuskan asap kematiannya sendiri;Oh,
Aku terduduk dengan tenang disamping kekasihku;
Ia berikan seteguk air dan setetes racunnya kepadaku;
Bercerita akan keindahan dunia tempatnya bermula;
Melepas jiwaku yang meninggalkan dirinya;
[Happy New Year]1-01-07
Masih terformat dalam bait puisi;
Masih dibuai balutan makna yang bersembunyi;
Masih melepas harapan yang sempat tergenggam;
Masih menuai getir perih keterbelakangan;
Inilah hari pertama dikesekian periode hidupku;
Selamat…;
[Ia terbujur kaku]3-01-07
Bisikkan deritamu sebelum pergi;
Genangkanlah air mata di dalam perigi…;
Ringankan asa…kita akan cukupkan waktu di sini;
Biarlah ini terpendam menjadi…memori di sisa ruang hati;
[Tak pernah terhenti]8-01-07
Hiasan itu tak lagi menarik hati;
pelarian ini tak kunjung selesai;
bagaimana mungkin bisa kunikmati,jika aku tahu tak ada yang abadi;
apakah semua ini cukup berarti,jika aku rasa bahagia berada disini?;
maka langit izinkan satu bintang peraknya turun,membelai letih,dan berisi pertanyaan..tak pernah terhenti
[Langit]12-01-07
Langit merah darah,ini diriku..;
torehkan sendu di lembayung,damaikan kalbu bersenandung;
tak tampak dibalik itu…kau terpudar,berputar,dan gemetar;
[Cahil]13-01-07
Cinta aku hilang;
Cinta aku sayang;
Cinta aku ta’kan mengulang-ulang;
Terkadang jalang…;
Ini tak pernah tergambar di mata mereka;
Bila cinta ini tak seperti yang kau bayangkan;
Jika kisah ini menjauh dari yang kau impikan;
Peluk diriku, menangislah bersamaku…;
Bingkisan ini untuk hidupmu;
Sunday, 28 January 2007 at 22:15
[Musik Dalam Kotak Kecil]2006
jiwaku di dalam sebuah kotak;
Terpaku di sudut ruang;
Sendiri aku memberi arti;
Kepada musik di dalam kotak kecil;
Tanyakanlah, aku tak pernah mengerti…;
dan sesuatu tak bisa kupahami;
Mengapa aku tak kunjung mengerti…;
Kepada sesuatu yang tak bisa kupahami?;
Dirimu menggenggam keindahan;
Kesunyian yang terpecahkan;
Sebaris nada dan kau bernyanyi;
Untuk musik di dalam kotak kecil;
Dengarlah ia berdenting;
Disinilah aku diam bersamanya;
[Vintage Life]8-11-06
Berangkat dari masa lalu;
Ke masa depan yang kita tuju;
Berjalan dan menyulam hari;
Menunggu hingga saatnya menepi;
aku berhenti… lalu bernyanyi…;
Sebuah lagu tentang sunyi;
Menengadah ke atas;
Tapi tak menantang langit;
Melihat ke bawah;
Kucoba menghargai bumi;
Daun yang terpetik takkan terbuang sia-sia;
Mimpi, juga air mata yang telah jatuh;
Karena kehidupan akan terus berputar;
[sahabatku]10-11-06
Demi malam yang terlalui tanpa dendam,aku menoreh guratan resah sepanjang jalan ini;
demi dirimu yg menaburkan kelembutan, merayap seraya merengkuh jiwaku dari dalam bilik sepi;
karenamu, kubedakan antara lagu dan puisi, menolongku bersama hilir mudiknya waktu;
aku berhutang sebanyak satu rupiah untuk membeli sebuah kisah;
darimu, kepadamu sahabat;
[mimpi buruk di malam hari]11-11-06
Mimpiku mengangkat sebuah kubus besar diatas bahuku;
Mimpiku terhisap kedalam lubang hitam yang amat sangat pekat;
Mimpiku bertemu dirimu saat kaupun ingin kembali padaku;
Kini diriku sedang berbaring dan tak mampu beranjak bersama mimpi-mimpiku;
[secarik kertas]11-11-06
Berikan padaku secarik kertas, maka akan kutuliskan berlembar-lembar cerita tentang hidupku;
benar, cukuplah hanya secarik kertas;
karena selebihnya akan kutuangkan bersama secangkir teh hangat yang kusajikan untukmu;
bila kau berkenan mendengarkan kisah demi kisah dari mulutku;
Dan jika kau bersedia menangis bersamaku;
[hutan]12-11-06
Kumasuki hutan belantara ini…berbekal sepotong roti dan sebilah pisau ditanganku;
sayup-sayup terdengar racauan burung hantu yang kesepian;
di depanku, hanyalah pepohonan dan jalan yang tercipta dari celah tetumbuhan;
sejauh mata memandang hanyalah pohon, guguran daun kering, semak-semak basah, dan duri-duri diantara belukar;
Ah…sungguh benar-benar membosankan!;
ini semua pernah kubaca dalam buku dongeng milik seorang teman;
lebih baik sekarang aku pulang dan menemui ibuku dirumah;
[dunia mungkin]15-11-06
Yang kurasakan tak lebih dari sehelai dengus nafas anjing liar dipermukaan kulit;
Yang kudapatkan tak begitu nyata seperti impian sang penggali tanah liat;
dan…
Bila ini lelucon, biarkan aku tertawa;
Bila ini dendam, biarkan aku menggeram;
Bila ini sapaan, biarkan aku membalas dengan sisa-sisa tenagaku yang terkuras;
Dinding ini mungkin tak begitu keras;
Dunia ini mungkin tak begitu luas;
Damai ini mungkin hanyalah mimpi;
Karena esok aku harus kembali terbangun tanpa bisa melakukan se-su-a-tu;
[hari malam]15-11-06
Seandainya hari adalah malam;
jika siang tak pernah ada;
Jiwa ini akan selalu memberi yg terbaik untukku, untukmu;
dan untuk ketakutan yg tak pernah berarti;
[Pengap]22-11-06
Diriku adalah seseorang yang terkurung dlm meriahnya pesta ini;
tersekap dijeruji khayalan dari segala apa yang tak kuinginkan;
aku terjepit diantara lipatan waktu yang sempit, di tempat yang paling tersendiri diujung sudut mata mereka;
mereka yang terlarut dihingarnya ilusi, dan terpana di balik dinding penderitaan tanpa sadar;
[insomnia]24-11-06
Dari malam yang terpanjang bersauhkan pagi yang menghantui;
bilakah waktu akan berhenti untuk sejenak dan menunggu;
demi mata yang pedih dan jiwaku terperih;
demi hari yang terlalui dan tanpa mimpi;
aku sedang bercengkrama dengan malaikat bisu;
saat angin dingin surga mendekapku…menterlantarkan sendiriku;
[Hujan Rapshody]1-12-06
larik puisi indah di pagi yang sepi;
menawarkan perasaannya bagi sebuah hati;
elok pelangi milik sang penggubah sedih;
iringi derap sang peri untuk tetap menari;
aku juga enggan bermain bersama hujan;
bukan semata karena ia berasal dari segumpal awan;
tapi dewa hanya mengutusku untuk menjadi batu…di pagi yang beku;
[Bebanku terangkat]3-12-06
Katakan, cinta itu tak ada;
katakan, disini aku tak memerlukannya;
Katakan, api itulah perasaanku;
Dan kau, begitu mengagumkan;
Diriku bertekuk lutut;
Sampai dimanakah kita tadi?
Di otakku bersarang ribuan hewan;
Dan batinku menjerang racun mematikan;
Tidak, Katakan cinta itu tak ada;
Katakan kepada dia yang berduka;
[Tak Berairmata]9-12-06
Kubertanya kepada seseorang yang kutemui di jalan;
mengapa wajahnya ceria dan penuh lipatan;
Tlah kubuang semua tangis, dan kugadaikan seluruh air mataku;
kepada siapa..?;
tentu kepada hujan yang kerap turun dan kadangkala menjadi badai jiwa;
mengapa hujan turun begitu lebatnya?;
karena semua orang membutuhkan kehidupan dengan gadaian air mata mereka;
haus akan ketidakingintahuankah;
mengapa mereka lakukan itu?;
ia tak mampu menjawab;
tapi aku hanyalah seorang pembunuh tak berairmata yang sedang bertanya;
[Giring]23-12-06
Hidupku melalui jalan setapak;
Diawali tanpa bisa memilih;
Bahwa suara itu berkata..inilah milikmu;
Aku berbicara tanpa seorangpun dijangkauanku;
Hati ini begitu suci untuk membeberkan tanya yang silih berganti;
Mengapa hening, gembira,dan kesedihan berubah menjemukan;
Mungkin karmaku tak harus mengeluh;
Tapi inikah yang benar tersauh?;
Menghibahkanku sebuah misteri;
Kita harus berjuang ditengah ketetapan takdir;
Mengapa?
[Sentuhan]25-12-06
Sampaikan salamku sambil berbisik kepada sehelai daun itu;
Sampaikanlah kepada seorang bidadari yang sudi menyentuh uluran tanganku saat diriku berjalan melintas di halaman taman sebuah surga;
Bidadari yang tak sempat kuperhatikan wajahnya,tapi kehangatannya begitu kuresapi;
Maka,biarkan aku menangis sesaat menerima tulusnya;
hingga kepergiannya menabur sejuta kerinduan disejumput waktuku;
Semoga senandungku dapat mengikat cinta yang terhembus keluar dari celahan dedaunanmu;
[Nuansa jingga]26-12-06
Nuansa jingga terbias di sudut ruang hatiku;
Namun kupilih bernaung dipelukan sisi gelapnya;
Sarat hitam warna yang memenuhi benakku,hasrat,dan hitam itu legam bersinar keperak-perakan;
Dari sini aku bisa bermimpi tentang kekasihku,dengan tenang dan tanpa cercaan;
Apa yang kudapat dari dunia kemarin?paradok yang telah memiriskan cinta,meluntakan tubuh lemah pemujanya,mengubur kedamaian bersama kerak abunya;dan menghembuskan asap kematiannya sendiri;Oh,
Aku terduduk dengan tenang disamping kekasihku;
Ia berikan seteguk air dan setetes racunnya kepadaku;
Bercerita akan keindahan dunia tempatnya bermula;
Melepas jiwaku yang meninggalkan dirinya;
[Happy New Year]1-01-07
Masih terformat dalam bait puisi;
Masih dibuai balutan makna yang bersembunyi;
Masih melepas harapan yang sempat tergenggam;
Masih menuai getir perih keterbelakangan;
Inilah hari pertama dikesekian periode hidupku;
Selamat…;
[Ia terbujur kaku]3-01-07
Bisikkan deritamu sebelum pergi;
Genangkanlah air mata di dalam perigi…;
Ringankan asa…kita akan cukupkan waktu di sini;
Biarlah ini terpendam menjadi…memori di sisa ruang hati;
[Tak pernah terhenti]8-01-07
Hiasan itu tak lagi menarik hati;
pelarian ini tak kunjung selesai;
bagaimana mungkin bisa kunikmati,jika aku tahu tak ada yang abadi;
apakah semua ini cukup berarti,jika aku rasa bahagia berada disini?;
maka langit izinkan satu bintang peraknya turun,membelai letih,dan berisi pertanyaan..tak pernah terhenti
[Langit]12-01-07
Langit merah darah,ini diriku..;
torehkan sendu di lembayung,damaikan kalbu bersenandung;
tak tampak dibalik itu…kau terpudar,berputar,dan gemetar;
[Cahil]13-01-07
Cinta aku hilang;
Cinta aku sayang;
Cinta aku ta’kan mengulang-ulang;
Terkadang jalang…;
Ini tak pernah tergambar di mata mereka;
Bila cinta ini tak seperti yang kau bayangkan;
Jika kisah ini menjauh dari yang kau impikan;
Peluk diriku, menangislah bersamaku…;
Bingkisan ini untuk hidupmu;
Saturday, 25 April 2009
Friday, 31 October 2008
about to be our self
Menjadi Diri Sendiri
Oleh : Andrie Wongso

Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.
Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”
Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.
Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaab. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.
Pembaca yang budiman,
Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain.
Meniru orang memang sah dan boleh saja. Namun, belajarlah dari orang lain dari sisi yang baik saja, tentu dengan tanpa mengecilkan dan meremehkan diri sendiri.
Karena itu, apapun keadaan diri, kita harus senantiasa belajar bersyukur dan tetap bangga menjadi diri sendiri. Selain itu, kita juga butuh melatih dan memelihara keyakinan serta kepercayaaan diri. Dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki, dan mau berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan, ditambah bekal kekayaan mental yang kita miliki, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.
Jadilah diri sendiri! Be your self!
Salam sukses luar biasa!!!
Oleh : Andrie Wongso
Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.
Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”
Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.
Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaab. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.
Pembaca yang budiman,
Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain.
Meniru orang memang sah dan boleh saja. Namun, belajarlah dari orang lain dari sisi yang baik saja, tentu dengan tanpa mengecilkan dan meremehkan diri sendiri.
Karena itu, apapun keadaan diri, kita harus senantiasa belajar bersyukur dan tetap bangga menjadi diri sendiri. Selain itu, kita juga butuh melatih dan memelihara keyakinan serta kepercayaaan diri. Dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki, dan mau berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan, ditambah bekal kekayaan mental yang kita miliki, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.
Jadilah diri sendiri! Be your self!
Salam sukses luar biasa!!!
Thursday, 15 May 2008
MTV EXIT
MTV EXIT adalah suatu kampanye tentang kebebasan – akan hak-hak kita sebagai manusia untuk memilih di mana kita hidup, di mana kita bekerja, dengan siapa kita berteman, dan siapa yang kita sayangi. Sebagian besar dari kita menganggap sepele tentang pentingnya hak-hak ini, tetapi banyak orang-orang di luar sana yang mana hak-hak asasi kemanusiaan ini telah direbut daripada mereka. Mereka adalah korban-korban perdagangan manusia – perbudakan masa kini – dan para pelaku perdagangan telah memaksa, menipu, atau merayu mereka untuk bekerja di berbagai macam perburuhan, atau prostitusi.
Organisasi Internasional Tenaga Kerja milik Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa di seluruh dunia terdapat 2.5 juta korban perdagangan (Organisasi Internasional Tenaga Kerja)
Lebih dari setengah jumlah ini terdapat di wilayah Asia dan Pasifik (Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat)
Para kriminal ini memperoleh kira-kira 10 milliar juta dolar Amerika setiap tahunnya dari hasil jual-beli manusia (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
MTV EXIT bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan akan perdagangan manusia melalui acara-acara televisi, informasi melalui Internet, pertunjukan-pertunjukan langsung, dan kerjasama dengan organisasi-organisasi anti perdagangan.
Organisasi Internasional Tenaga Kerja milik Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa di seluruh dunia terdapat 2.5 juta korban perdagangan (Organisasi Internasional Tenaga Kerja)
Lebih dari setengah jumlah ini terdapat di wilayah Asia dan Pasifik (Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat)
Para kriminal ini memperoleh kira-kira 10 milliar juta dolar Amerika setiap tahunnya dari hasil jual-beli manusia (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
MTV EXIT bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan akan perdagangan manusia melalui acara-acara televisi, informasi melalui Internet, pertunjukan-pertunjukan langsung, dan kerjasama dengan organisasi-organisasi anti perdagangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
